Tuesday, 2 July 2024

 KISAH WANITA YANG MENGAKU CUCU NABI


Alkisah, di masa Daulah Abbasiyah, tepatnya ketika Khalifah Al-Mutawakkil menjabat sebagai kepala negara, seorang wanita bernama Zainab, mengaku-ngaku bahwa dirinya adalah cucu Nabi Muhammad SAW


Ia menyebut dirinya putri dari pasangan Ali bin Abi Talib dan Fathimah Radhiyallahu ‘anhuma.


Bagaimana mungkin ia masih hidup ketika itu? Berarti ia hidup selama dua ratus tahun lebih, karena rentang masa antara zaman nubuwah dan Daulah Abbasiyah, berkisar dua abad lamanya.


Meskipun pengakuannya ini tidak masuk akal, tetapi di tengah masyarakat, Zainab merupakan orang yg cukup berpengaruh. Ia memiliki ramai pengikut. Bahkan ia mampu mengeksploitasi harta pengikutnya. Maka Khalifah Al-Mutawakkil pun mengeluarkan perintah untuk mengundangnya ke istana


Kamu ini seorang gadis dan Rasulullah telah wafat ratusan tahun yang lalu. Bagaimana mungkin ini boleh terjadi? khalifah bertanya kepada Zainab

Kemudian Zainab menjawab, Sesungguhnya Rasulullah megusap kepalaku dan berdoa kepada Allah untuk mengembalikan masa mudaku setiap 40 tahun sekali


Masih belum yakin dengan jawaban yang tidak masuk akal ini, Khalifah Al-Mutawakkil mengumpulkan Masyayikh (para tetua) keturunan Ali bin Abi Talib, putra-putra Al-Abbas, segenap warga Quraisy, dan memberitahu mereka perkara Zainab yang sangat kontroversi.


Dan kemudian mereka pun menyebutkan sebuah riwayat bahwa Zainab telah wafat.

Apa yang kamu katakan untuk menjawab pernyataan mereka?Khalifah kembali bertanya penuh selidik kepada Zainab.

Itu riwayat palsu dan keji. Karena sesungguhnya, privasiku terjaga dari pengetahuan orang2


Bahkan mereka tidak tahu tentang kehidupan dan kematianku. Zainab mematahkan tuduhan itu dengan penuh percaya diri.


Kemudian Khalifah bertanya kepada jamaah yg dia kumpulkan, Adakah kalian memiliki bukti yg dpt mengungkap tipu daya wanita ini selain riwayat yg kalian

sampaikan?


Sayangnya mereka menjawab, Tidak.


Namun beberapa saat kemudian, sebagian mereka menawarkan satu solusi untuk memecahkan masalah ini dengan mendatangkan Ali bin Muhammad bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Talib


Yang mempunyai julukan laqab Al-Hadi.


Setelah disampaikan kepadanya apa yang sedang terjadi, Al-Hadi pun menegaskan bahwa Zainab putri Ali sudah lama meninggal. Dia menyebut tahun, bulan, dan hari kematiannya. Tetapi bukan jawaban seperti ini yang diinginkan  khalifah.


Beliau bahkan berjanji tidak akan melepaskan Zainab sebelum membungkamnya dengan hujah yang kuat.


Jika benar dia adalah anak Fathimah, akhirnya Ali Al-Hadi kembali bersuara, berusaha mengungkap tipu daya Zainab dengan mengajukan sebuah tantangan,


Sesungguhnya jasad keturunan Fathimah tidak akan dimangsa oleh hewan-hewan buas. Maka datangkanlah hewan buas kepadanya. Dan lemparkan ia di tengah kerumunan hewan buas itu.


Tidak! teriak Zainab yang raut wajahnya tetiba berubah ketakutan


Ini hanyalah cara agar dia dapat membunuhku! Kenapa tidak kamu saja yang melakukannya.” katanya berusaha membela diri.


Dengan tenang, Ali Al-Hadi berkata, Ya. Aku berani membuktikannya.


Dan beberapa saat kemudian, ia dimasukkan ke dalam sebuah kandang


Perlahan-lahan, enam ekor singa yang ada di dalam kandang itu, mendekati Ali satu per satu. Dengan lembut, tangan Ali membelai kepala singa-singa yang mendekatinya. Binatang-binatang buas itu, di hadapan Ali Al-Hadi, menjadi jinak dan penurut.


Begitu melihat Ali keluar dari kandang dengan selamat, dan dilihatnya dengan mata kepala sendiri sebuah pemandangan yang langka, Zainab pun hanya terdiam seribu bahasa.


Akhirnya, dia mengakui kebohongan yang selama ini ia sebarkan, tipu daya yang selama ini dia mainkan


Masyarakat yang mengetahui kejadian ini, menjulukinya dengan sebutan, “Zainab Al-Kadzaabah (Sang Penipu Ulung).”


Sumber: Al-Mafakhir karya An-Naisaburi, Lisan Al-Mizan karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, dan Muruj Adz-Dzahab karya Al-Mas’ud


www.facebook.com/bit4life

www.facebook.com/maulabillah




No comments:

Post a Comment

  ☆Tadabbur Kalamullah 19 Rabiul Akhir 1447H☆ هَـٰۤأَنتُمۡ هَـٰۤؤُلَاۤءِ حَـٰجَجۡتُمۡ فِیمَا لَكُم بِهِۦ عِلۡمࣱ فَلِمَ تُحَاۤجُّونَ فِیمَا...