Redha Itu Bukan Menyerah, Redha Itu Memilih Untuk Percaya Pada Allah
Ada orang hidupnya jauh dari mewah,
tapi wajah dia penuh damai.
Ada orang ujian datang bertimpa-timpa,
tapi bibir dia tetap senyum, tetap mendoakan kebaikan.
Bukan sebab hidup dia mudah.
Bukan sebab dia tak pernah terluka.
Tapi sebab dia dah belajar:
tak semua yang hilang itu rugi, tak semua yang tinggal itu rezeki.
Dia pernah diuji.
Pernah rasa dikhianati.
Pernah doa siang malam, tapi tetap Allah ambil apa yang dia cinta.
Pernah minta sekuat hati, tapi Allah tetap kata "belum".
Dan di tengah semua itu, dia belajar...
yang redha bukan bermakna kita lemah.
Redha bermakna kita kuat percaya:
Apa yang Allah bagi, walaupun pahit hari ini, pasti ada manisnya suatu hari nanti.
Dia tak lagi bertanya, "kenapa aku?"
Dia tak lagi berdendam.
Dia tak lagi kejar semua benda yang orang lain kejar.
Dia cuma berjalan perlahan,
sambil bawa satu bekal dalam hati:
percaya pada janji Tuhan.
Bila kita redha, kita tak sibuk banding rezeki.
Kita tak terhegeh cari pengiktirafan.
Kita tak terlalu kecewa kalau orang pergi.
Sebab kita tahu,
bahagia itu bukan bila semua kehendak kita jadi nyata.
Bahagia itu bila hati kita masih boleh bersyukur —
walaupun hidup tak selalu ikut apa kita rancang.
Kalau hari ini ada benda yang kau tak faham, tak dapat, tak tercapai...
Tarik nafas.
Bisik perlahan:
"Ya Allah, aku serahkan semua pada-Mu. Bimbing aku untuk nampak hikmah di sebalik semua ini."
Dan insyaAllah, suatu hari nanti,
kau akan rasa satu nikmat yang tak semua orang dapat:
hati yang tenang, walaupun dunia tak sempurna.
___
Hati yang redha itu hati yang paling kuat.
Ebook RM1 ini panduan solat sunat, zikir, taubat — ubat hati untuk tenang hadapi ujian.
Ada 26 Ebook boleh pilih ikut perjalanan jiwa masing-masing.
Klik sini untuk WhatsApp: https://wa.me/60134588163?text=ebookCeramah
No comments:
Post a Comment